Home  »  Tips & Guide   »  
Tips & Guide

Istilah Pada Asuransi Syariah

Salam ahli asuransi dan proteksi,

Saya Ivander Khalfani, seorang yang sangat awam di bidang asuransi. Belakangan ini mulai marak adanya asuransi syariah di Indonesia dan saya tertarik untuk membeli asuransi jiwa syariah. Namun ada beberapa istilah baru yang saya belum mengerti. Misalnya ada yang namanya ujrah, wakalah, tabarru’, dan akadnya sendiri. Adakah aturan dasar tentang asuransi syariah yang secara prinsip berbeda dengan asuransi konvensional? Mohon informasinya.

Salam,

Ivander Khalfani

 

Jawaban:

Salam Bapak Ivander

Terima kasih atas pertanyaannya. Memang belakangan ini kita mulai banyak melihat dan mendengar berbagai produk syariah, salah satunya adalah asuransi syariah.

Untuk istilah-istilah yang Bapak tanyakan, itu memang istilah dalam dunia syariah (Islam), sehingga wajar jika menggunakan bahasa yang diambil dari istilah di dunia Islam.

Untuk penjelasannya, berikut arti dari beberapa istilah yang Bapak tanyakan:

  • Ujrah

Ini sederhananya adalah upah. Dalam konteksi asuransi syariah, perusahaan asuransi memang tidak diperkenankan mengambil dana dari masyarakat untuk menjadi miliknya. Perusahaan asuransi hanya diperkenankan mengambil ujrah atau upah sebagai ganti atas jasa dalam mengelola dana nasabah.


  • Wakalah

Secara bahasa, ini artinya wakil. Dalam konteks asuransi syariah, biasanya ada yang dinamakan sebagai akad wakalah bil ujrah, yang artinya akad untuk memberikan kuasa (mewakilkan) dari peserta kepada perusahaan asuransi untuk mengelola dana peserta dengan imbalan ujrah (upah).

  • Tabarru’

Ini adalah sumbangan. Dalam prinsip pengelolaan dana asuransi syariah, istilah yang digunakan adalah tolong-menolong. Artinya, dana tabarru’ ini adalah dana peserta yang disumbangkan ke perusahaan asuransi untuk membayari peserta lain jika terjadi sebuah risiko tertentu. Jadi pada dasarnya, tiap peserta akan menolong peserta lain dalam asuransi syariah ini, di mana dananya dikelola oleh perusahaan asuransi.

  • Akad

Ini adalah perjanjian. Dalam konteksi asuransi, akad ini merupakan kesepakatan kedua belah pihak yang selanjutnya akan jadi aturan dasar untuk semua hal yang berlaku pada asuransi yang dibeli.

Kemudian untuk pertanyaan kedua, perbedaan paling mendasar dari asuransi syariah adalah bahwa dana yang dikelola dalam asuransi syariah harus dikelola dalam produk berbasis syariah. Sementara untuk asuransi konvensional, dana yang dikelola bisa diinvestasikan dalam berbagai produk, misalnya produk keuangan seperti saham atau reksa dana.

Demikian jawaban kami, semoga bisa lebih jelas.

 

Salam,

Tim ahli asuransi dan proteksi