Home  »  Tips & Guide   »  
Tips & Guide

Reksa Dana atau Deposito?

Halo Mbak Prita, 

Perkenalkan saya Faisal, seorang mahasiswa. Saya ingin bertanya beberapa pertanyaan terkait perencanaan keuangan di masa depan: 
1. Bagaimana memilih manajer investasi reksa dana yang tepat? 
2. Saya juga ingin berinvestasi tapi masih bingung memilih antara reksa dana dan deposito. Apa saja keuntungan masing-masing produk?
 
Terima kasih, Mbak. 
 
Salam, 
Faisal 
 
Halo Faisal. 
Reksa dana adalah produk keuangan yang kerap dijadikan pilihan berinvestasi dalam perencanaan keuangan untuk masa depan. Produk ini dikelola oleh manajer investasi. Dengan demikian wajar apabila kinerja suatu reksa dana juga ditentukan dari kemahiran Manajer Investasi dalam mengelola aset dalam reksa dana. 
 
Beberapa kriteria dalam memilih manajer investasi reksa dana antara lain: 
1. Ketahui siapa saja wakil manajer investasi untuk reksa dana tersebut. Pahami bahwa setiap perusahaan Manajemen Investasi dapat memiliki beberapa orang manajer investasi. Anda dapat mengetahui profil dan latar belakang pengelola reksa dana di prospektus reksa dana. 
2. Berapa besar aset atau dana yang dikelola oleh manajer investasi. Dana kelolaan di atas Rp100 milyar bisa dijadikan patokan pasar. 
3. Berapa banyak jenis produk reksa dana yang sudah diterbitkan. Apabila suatu perusahaan manajer investasi memiliki ragam varian produk, maka pengalaman yang dimiliki untuk mengelola investasi bisa dikatakan cukup mumpuni. 
 
Untuk pertanyaan kedua, deposito

adalah produk simpanan di bank yang memberikan hasil pasti dan modal awal yang tidak berkurang. Sedangkan, reksa dana


adalah produk dana kelolaan yang terdiri atas 4 jenis yaitu reksa dana pasar uang

, obligasi (pendapatan tetap), campuran, serta saham. Pahami bahwa imbal hasil berinvestasi di reksa dana tidak dapat dijanjikan, dan modal awal investasi pun ada kemungkinan berkurang. Jenis reksa dana pasar uang memiliki risiko yang terendah dan potensi imbal hasil yang paling kecil, sedangkan reksa dana saham memiliki risiko yang tertinggi dan potensi imbal hasil yang paling besar. 

 
Cara berinvestasinya pun berbeda. Deposito hanya dapat dibuka apabila jumlah dana telah mencapai nominal tertentu, umumnya minimal Rp5 juta. Sedangkan, reksa dana dapat dibeli dengan satuan mulai dari Rp100 ribu. Lalu, Anda dapat terus melakukan pembelian hingga saldo terus bertambah dan terakumulasi. Artinya, apabila Anda berencana untuk menyisihkan dana secara berkala dari penghasilan, maka investasi melalui reksa dana lebih sesuai. Namun, jika dana sudah terkumpul dan Anda ingin menyimpan dalam jangka waktu dibawah 1 tahun, maka investasi melalui deposito lebih sesuai karena risikonya lebih kecil. 
 
Mana yang menjadi pilihan Anda? Sesuaikan dengan tujuan finansial dalam perencanaan keuangan untuk masa depan Anda. Live a Beautiful Life!